Tuesday, July 30, 2013

SURAH AL GHAASYIYAH


أَفَلَا يَنظُرُونَ إِلَى الْإِبِلِ كَيْفَ خُلِقَتْ
"(Mengapa mereka yang kafir masih mengingkari akhirat), tidakkah mereka memperhatikan keadaan unta, bagaimana ia diciptakan?" (Surah al Ghaasyiyah: 88:17)

Dalam suatu riwayat ada dikemukakan bahawa ketika Allah menceritakan tentang ciri-ciri syurga, kaum-kaum yang sesat merasa hairan. Maka Allah menurunkan ayat di atas sebagai perintah untuk memikirkan keluhuran dan keajaiban ciptaan Allah. (Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dan Ibnu Abi Hatim dari Qatadah)



SURAH AL FAJR


يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ
"(Setelah menerangkan akibat orang-orang yang tidak menghiraukan akhirat, Tuhan menyatakan bahawa orang-orang yang beriman dan beramal soleh akan disambut dengan kata-kata): "Wahai orang yang mempunyai jiwa yang sentiasa tenang tetap dengan kepercayaan dan bawaan baiknya!" (Surah al Fajr: 89: 27)

Dalam suatu riwayat ada dikemukakan bahawa penurunan ayat di atas adalah berkenaan dengan Hamzah yang gugur sebagai syahid. (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari Buraidah)

Dalam riwayat lain pula ada dikemukakan bahawa Nabi s.a.w. bersabda: "Siapakah yang akan membeli sumur Rumat untuk menghilangkan dahaga? Mudah-mudahan Allah mangampuni dosanya/Kemudian sumur itu dibeli oleh Uthman. Nabi bersabda kepada Uthman: "Apakah engkau rela sumur itu dijadikan sumber air minuman bagi semua orang?" Uthman menyetujuinya.

Maka Allah menurunkan ayat ini (Surah al Fajr: 89:27) berkenaan dengan Uthman.
(Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari Juwaibir dari ad Dlahhak dari Ibnu Abbas)



SURAH AL LAIL


وَاللَّيْلِ إِذَا يَغْشَىٰ
"Demi malam apabila ia menyelubungi segala-galanya (dengan gelap-gelitanya)." (Surah al Lail: 92: 1)

وَالنَّهَارِ إِذَا تَجَلَّىٰ
"Dan siang apabila ia lahir terang-benderang." (Surah al Lail: 92: 2)

وَمَا خَلَقَ الذَّكَرَ وَالْأُنثَىٰ
"Demi Yang menciptakan (makhluk-makhlukNya) lelaki dan perempuan, (jantan dan betina)." (Surah al Lail: 92: 3)

إِنَّ سَعْيَكُمْ لَشَتَّىٰ
"Sesungguhnya amal usaha kamu adalah berbagai-bagai keadaannya." (Surah al Lail: 92:4)

فَأَمَّا مَنْ أَعْطَىٰ وَاتَّقَىٰ
"Jelasnya, adapun orangyang memberikan apa yang ada padanya kelalan kebaikan dan bertakwa (mengerjakan suruhan Allah dan meninggalkan segala laranganNya)."  (Surah al Lail: 92: 5)

وَصَدَّقَ بِالْحُسْنَىٰ
"Serta ia mengakui dengan yakin akan perkara yang baik." (Surah al Lail: 92: 6)



فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْيُسْرَىٰ
"Maka sesungguhnya Kami akan memberikannya kemudahan untuk mendapat kesenangan (Syurga)." (Surah al Lail: 92: 7)

وَأَمَّا مَن بَخِلَ وَاسْتَغْنَىٰ
"Sebaliknya, orang yang bakhil (daripada berbuat kebajikan) dan merasa cukup dengan kekayaan dan kemewahannya." (Surah al Lail: 92: 8)

وَكَذَّبَ بِالْحُسْنَىٰ
"Serta ia mendustakan perkara yang baik." (Surah al Lail: 92: 9)

فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْعُسْرَىٰ
"Maka sesungguhnya Kami akan memberikannya kemudahan untuk mendapatkan kesusahan dan kesengsaraan." (Surah al Lail: 92:10)

وَمَا يُغْنِي عَنْهُ مَالُهُ إِذَا تَرَدَّىٰ
"Dan apakah pertolongan yang dapat diberi kepadanya oleh hartanya apabila ia telah terjerumus (ke dalam azab seksa hari akhirat)?" (Surah al Lail: 92: 11)

إِنَّ عَلَيْنَا لَلْهُدَىٰ
Sesungguhnya tanggungan Kamilah memberi hidayat pertunjuk (tentang yang benar dan yang salah)." (Surah al Lail: 92: 12)

وَإِنَّ لَنَا لَلْآخِرَةَ وَالْأُولَىٰ
"Dan sesungguhnya Kamilah yang menguasai hari akhirat dan alam dunia." (Surah al Lail: 92:13)

فَأَنذَرْتُكُمْ نَارًا تَلَظَّىٰ
"Maka (serentak dengan memberi hidayat pertunjuk) Akujuga telah memberi amaran mengingatkan kamu akan api neraka yang marak menjulang." (Surah al Lail: 92:14)

لَا يَصْلَاهَا إِلَّا الْأَشْقَى
"Yang tidak akan menderita bakarannya melainkan orang yang sungguh celaka." (Surah al Lail: 92:15)

الَّذِي كَذَّبَ وَتَوَلَّىٰ
"Yang telah mendustakan (kebenaran) dan berpaling ingkar," (Surah al Lail: 92:16)

وَسَيُجَنَّبُهَا الْأَتْقَى
"Dan (sebaliknya) akan dijauhkan (azab neraka) itu daripada orang yang sungguh bertaqwa." (SurahalLail:92:17)

الَّذِي يُؤْتِي مَالَهُ يَتَزَكَّىٰ
"Yang mendermakan hartanya dengan tujuan membersihkan dirinya dan harta bendanya." (Surah al Lail: 92:18)

وَمَا لِأَحَدٍ عِندَهُ مِن نِّعْمَةٍ تُجْزَىٰ
"Sedang ia tidak menanggung budi sesiapa pun vana patutdibalas." (Surah al Lail: 92:19)
إِلَّا ابْتِغَاءَ وَجْهِ رَبِّهِ الْأَعْلَىٰ
"Hanyalah mengharapkan keredhaan Tuhannya YangMaha Tinggi." (Surah al Lail: 92: 20)

وَلَسَوْفَ يَرْضَىٰ
"Dan demi sesungguhnya, ia tetap akan berpuas hati (pada hari akhirat, dengan mendapat segala yang diharapkannya)." (Surah al Lail: 92: 21)

Dalam suatu riwayat ada dikemukakan bahawa seorang pemilik pohon kurma mempunyai pohon yang mayangnya menjulur ke rumah jirannya yang mempunyai ramai anak. Pada setiap kali memetik buah kurma tersebut, pemilik itu akan memetik dari rumah jirannya dan apabila ada kurma yang terjatuh lalu dipungut oleh anak-anak tersebut. Akan tetapi dia segera turun dan merampas dari anak-anak itu, malahan jikalau ada yang sudah masuk ke dalam mulut dipaksa untuk mengeluarkannya. Oleh itu, orang fakir tersebut mengadukan perkara ini kepada Rasul dan baginda berjanji untuk menyelesaikannya.

Kemudian Rasulullah bertemu dengan pemilik kurma itu dan bersabda: "Berikanlah kepadaku pohon kurma yang mayangnya menjulur ke rumah si Fulan dan sebagai gantinya engkau akan diberikan pohon kurma di syurga." Pemilik pohon kurma itu berkata: "Hanya itu tawaran tuan?" Sesungguhnya aku mempunyai banyak pohon kurma dan pohon kurma yang diminta itu paling baik buahnya."Kemudian pemilik pohon kurma itu pun pergi.

Perbicaraan di antara Nabi dan pemilik pohon kurma itu didengari oleh seorang dermawan lalu dia datang mengadap Nabi dan berkata: "Apakah tawaran tuan itu berlaku juga bagiku, jika pohon kurma itu telah menjadi milikku?" Rasulullah menjawab: "Ya."

Maka pergilah orang itu menemui pemilik pohon kurma tersebut. Pemilik pohon kurma itu berkata: "Apakah engkau tahu bahawa Nabi Muhammad s. a. w. menjanjikan pohon kurma di syurga sebagai ganti kepada pohon kurma yang mayangnya menjulur ke rumah jiranku. Sesungguhnya aku telah mencatat tawarannya, akan tetapi aku mendapati bahawa pohon kurma tersebut mempunyai buah yang mengagumkan, padahal aku mempunyai banyak pohon kurma dan tidak ada satu pun yang selebat itu." Berkatalah dermawan itu: "Apakah engkau mahu menjualnya?" Dia menjawab: "Tidak, kecuali apabila ada orang yang sanggup memenuhi keinginanku, akan tetapi pasti tidak akan ada yang sanggup." Dermawan itu berkata lagi: "Berapakah yang engkau inginkan?" Dia menjawab: "Aku inginkan empat puluh pohon kurma. "Dermawan itu terdiam seketika lalu berkata lagi: "Engkau meminta yang bukan-bukan, baik aku akan berikan empat puluh pohon kurma kepadamu dan aku meminta saksi jika engkau benar-benar mahu menukarnya." Kemudian dia memanggil sahabat-sahabatnya untuk menyaksikan penukaran itu.

Selepas itu, dermawan tersebut datang mengadap Rasulullah s.a.w. dan berkata: "Ya Rasulullah! Pohon kurma itu telah menjadi milikku dan aku akan serahkan kepada tuan. "Maka berangkatlah Rasulullah menuju ke rumah orang fakir tersebut dan bersabda: "Ambillah pohon kurma itu untukmu dan keluargamu." Maka penurunan ayat ini (al Lai: 92": 1-21) adalah untuk membezakan kedudukan dan akibat bagi orang yang bakhil dan orang yang dermawan. Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dan perawi lain dari al Hakam bin Abban dari Ikrimah dari Ibnu Abbas. Menurut Ibnu Katsir hadis ini adalah gharib)

Dalam riwayat lain pula ada dikemukakan bahawa Abu Bakar telah membebaskan tujuh orang hamba yang diseksa oleh pemiliknya kerana hamba-hamba itu beriman kepada Allah. Maka penurunan ayat ini (Surah al Lail: 92:17-21) adalah berhubung dengan peristiwa tersebut sebagai janji Allah kepada hamba-hambaNya yang dermawan yang menafkahkan hartanya ke jalan Allah. (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari Urwah) Dalam riwayat lain ada dikemukakan bahawa Abu Quhafah bapa kepada Abu Bakar berkata kepada Abu Bakar: "Aku melihat engkau memerdekakan hamba-hamba yang lemah. Sekiranya engkau memerdekakan hamba-hamba yang kuat, pasti mereka akan membelamu dan mempertahankanmu, hai anakku." Abu Bakar menjawab: "Wahai bapaku, aku mengharapkan apa yang ada di sisi Allah." Maka turunlah ayat-ayat (Surah al Lail: 92: 5-21) berkenaan dengan kisah Abu Bakar ini. (Diriwayatkan oleh al Hakim dari Amir bin Abdillah bin Zubair dari bapanya bernama Zubair)

Dalam riwayat lain juga ada dikemukakan bahawa penurunan ayat ini (Surah al Lail: 92: 19-21) adalah berkenaan dengan sifat dermawan Abu Bakar. (Diriwayatkan oleh al Bazzar dari Ibnu Zubair)


SURAH ADH DHUHAA


وَالضُّحَىٰ
93:2

وَاللَّيْلِ إِذَا سَجَىٰ
93:3

مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلَىٰ
93:4

وَلَلْآخِرَةُ خَيْرٌ لَّكَ مِنَ الْأُولَىٰ
93:5

وَلَسَوْفَ يُعْطِيكَ رَبُّكَ فَتَرْضَىٰ
93:6

أَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيمًا فَآوَىٰ
93:7

وَوَجَدَكَ ضَالًّا فَهَدَىٰ
93:8

وَوَجَدَكَ عَائِلًا فَأَغْنَىٰ
93:9

فَأَمَّا الْيَتِيمَ فَلَا تَقْهَرْ
93:10

وَأَمَّا السَّائِلَ فَلَا تَنْهَرْ
93:11

وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ
Demi waktu dhuha, (Surah adh Dhuhaa:1)

dan malam apabila ia sunyi-sepi - (Surah adh Dhuhaa:2)

 (bahawa) Tuhanmu (Wahai Muhammad) tidak meninggalkanmu, dan ia tidak benci (kepadamu, sebagaimana Yang dituduh oleh kaum musyrik). (Surah adh Dhuhaa:3)

dan Sesungguhnya kesudahan keaadaanmu adalah lebih baik bagimu daripada permulaannya. (Surah adh Dhuhaa:4)

dan Sesungguhnya Tuhanmu akan memberikanmu (kejayaan dan kebahagiaan di dunia dan di akhirat) sehingga Engkau reda - berpuas hati. (Surah adh Dhuhaa:5)

Bukankah Dia mendapati Engkau yatim piatu, lalu la memberikan perlindungan? (Surah adh Dhuhaa:6)

dan didapatinya Engkau mencari-cari (jalan Yang benar), lalu ia memberikan hidayah petunjuk (dengan wahyu - Al-Quran)? (Surah adh Dhuhaa:7)

dan didapatinya Engkau miskin, lalu ia memberikan kekayaan? (Surah adh Dhuhaa:8)

oleh itu, adapun anak yatim maka janganlah Engkau berlaku kasar terhadapnya, (Surah adh Dhuhaa:9)

adapun orang Yang meminta (bantuan pimpinan) maka janganlah Engkau tengking herdik; (Surah adh Dhuhaa:10)

adapun nikmat Tuhanmu, maka hendaklah Engkau sebut-sebutkan (dan zahirkan) sebagai bersyukur kepadaNya. (Surah adh Dhuhaa:11)

Dalam suatu riwayat ada dikemukakan bahawa Rasulullah merasa kurang sihat sehingga baginda tidak bangun untuk bersembahyang malam selama semalam atau dua malam. Kemudian datanglah seorang wanita yang berkata: "Hai Muhammad aku melihat syaitanmu (maksud syaitan di sini ialah Jibril) telah meninggalkan engkau." Maka Allah menurunkan ayat ini (Surah adh Dhuhaa: 93: 1-3) yang menjelaskan bahawa Allah tidak akan membiarkan Muhammad dan tidak membencinya. (Diriwayatkan oleh as Syaikhani dan perawi lain dari Jundub)

Dalam riwayat lain ada dikemukakan bahawa Jibril tidak datang kepada Nabi untuk beberapa lama. Berkatalah kaum musyrikin: "Muhammad telah ditinggalkan." Maka turunlah ayat ini (Surah adh Dhuhaa: 93:1-3) yang membantah ucapan-ucapan mereka. (K. Diriwayatkan oleh Said bin Mansur dan al Faryabi dari Jundub)

Dalam riwayat lain pula ada dikemukakan bahawa Rasulullah s.a.w. telah berhari-hari tidak didatangi oleh Jibril. Berkatalah Ummu Jamil isteri kepada Abu Lahab: "Aku tidak membuat kesimpulan lain kecuali sahabatmu Jibril telah meninggalkanmu dan marah kepadamu. "Maka penurunan ayat ini (Surah adh Dhuhaa: 93:1,3) adalah untuk menolak anggapannya. (Diriwayatkan oleh al Hakim dari Zaid bin Arqam)

Dalam riwayat lain juga ada dikemukakan bahawa seekor anak anjing telah masuk ke dalam rumah Rasulullah dan tinggal di bawah katilnya hingga mati. Selepas itu, Rasulullah tidak menerima wahyu selama empat hari. Rasulullah bersabda: "Hai Khaulah, apakah yang ada di rumahku ini sehingga Jibril tidak datang kepadaku." Khaulah menjawab: "Ketika aku membersihkan rumah dan menyapunya, aku telah tersapu seekor anak anjing yang telah mati di bawah katil, kemudian aku telah mengeluarkannya." Ketika itu aku melihat Rasulullah menggeletar kesejukan padahal baginda berjubah dan biasanya apabila turun wahyu baginda akan menggeletar. Maka pada waktu itulah turunnya ayat ini (Surah adh Dhuhaa: 93:1-5). (Diriwayatkan oleh at Thabarani dan Ibnu Abi Syaibah di dalam musnadnya dan al Wahidi dan perawi lainnya dengan sanad di antaranya terdapat seorang yang tidak dikenali dari Hafsah bin Maisarah al Qurasyi dari ibunya dari Ibnu Khaulah

KETERANGAN
Menurut pendapat al Hafiz Ibnu Hajar: Peristiwa lambatnya turun Jibril kepada Nabi yang disebabkan anak anjing itu adalah masyhur. Akan tetapi sebagai sebab penurunan ayat itu adalah sangat gharib bahkan ganjil dan ditolak oleh riwayat dalam kitab sahih Bukhari.

Dalam riwayat lain ada dikemukakan bahawa Khadijah berkata: "Barangkali Tuhanmu marah kepadamu." Maka penurunan ayat ini (Surah adh Dhuhaa: 93:1-5) adalah disebabkan peristiwa tersebut. (Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari Abdullah bin
Syadad)

Dalam riwayat lain ada dikemukakan bahawa Jibril telah lama tidak datang kepada Rasulullah sehingga baginda merasa cemas. Kemudian Khadijah berkata: "Aku rasa Tuhanmu telah marah kepadamu kerana terlihat dari kecemasanmu." Maka ayat ini (Surah adh Dhuhaa: 93:1, 3) turun berkenaan dengan peristiwa tersebut. (Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari Urwah)

KETERANGAN
Kedua-dua riwayat Ibnu Jarir di atas adalah mursal, akan tetapi perawinya adalah thiqah (kuat).

Al Hafiz Ibnu Hajar menyatakan bahawa kedua riwayat itu adalah jelas iaitu dari Ummu Jamil untuk menyatakan dendam kesumatnya dan dari Khadijah sebagai rasa turut sedih dan cemas.

Dalam suatu riwayat ada dikemukakan bahawa Allah telah berjanji kepada Nabi Muhammad untuk memberi kemenangan kepada umatnya. Maka Rasulullah merasa gembira disebabkan perkara itu. Oleh itu, ayat ini (Surah adh Dhuhaa: 93: 5) turun berhubung dengan peristiwa tersebut. (Diriwayatkan oleh al Hakim dan al Baihaqi di
dalam kitab ad Dalail dan at Thabarani dan perawi-perawi lainnya dari Ibnu Abbas)

Dalam riwayat lain pula ada dikemukakan bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda: "Diperlihatkan kepadaku kemenangan-kemenangan yang akan diperolehi oleh umatku, selepas aku wafat sehingga aku merasa sangat gembira."

Maka turunlah ayat ini (Surah adh Dhuhaa: 93:4) berhubung dengan peristiwa tersebut. (K. Diriwayatkan oleh at Thabarani di dalam kitab al Ausath dari Ibnu Abbas. Isnadnya adalah hasan)



SURAH AL INSYIRAAH

أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ94:2 وَوَضَعْنَا عَنكَ وِزْرَكَ94:3 الَّذِي أَنقَضَ ظَهْرَكَ94:4 وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَ94:5 فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا94:6 إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا94:7 فَإِذَا فَرَغْتَ فَانصَبْ94:8 وَإِلَىٰ رَبِّكَ فَارْغَب
"Bukankah Kami telah melapangkan bagimu dadamu (wahai Muhammad serta mengisinya dengan iman dan hidayat pertunjuk)?" (Surah al Insyiraah: 94:1)

"Dan Kami telah meringankan daripadamu bebanmu (menyiarkan Islam)." (Surah al Insyiraah: 94: 2)

"Yang memberati tanggunganmu, (dengan memberikan berbagai kemudahan dalam melaksanakannya) ?" (Surah al Insyiraah: 94: 3)

"Dan Kami telah meninggikan bagimu sebutan namamu (dengan mengurniakan pangkat Nabi dan berbagai kemuliaan)?" (Surah al Insyiraah: 94:4)

"Oleh itu, maka (tetapkanlah kepercayaanmu) bahawa sesungguhnya tiap-tiap kesukaran di serial kemudahan." (Surah al Insyiraah: 94: 5)

"(Sekali lagi ditegaskan) bahawa sesungguhnya tiap-tiap kesukaran disertai kemudahan." (Surah al Insyiraah: 94: 6)

"Kemudian apabila engkau telah selesai (daripada sesuatu amal soleh), maka bersungguh-sungguhlah engkau berusaha (mengerjakan amal soleh yang lain)." (Surah al Insyiraah: 94: 7)

"Dan kepada Tuhanmu sahaja hendaklah engkau memohon (apa yang engkau gemar dan ingini)." (Surah al Insyiraah: 94: 8)

Menurut pendapat as Sayuthi ayat ini (Surah al Insyiraah: 94:1-8) turun ketika kaum musyrikin mempermainkan kaum Muslimin kerana kekafiran mereka.

Dalam suatu riwayat ada dikemukakan bahawa ketika turun ayat ini (Surah al Insyiraah: 94:6) Rasulullah bersabda: "Bergembiralah kalian semua kerana akan datang kemudahan bagi kalian semua. Sesungguhnya kesusahan tidak akan mengalahkan dua kemudahan." (Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari al Hasan)


SURAH AT TIIN

"Kemudian (jika ia panjang umur sehingga tua atau menyalahgunakan kelengkapan itu), Kami kembalikan dia keserendah-rendah peringkat orang-orang yang rendah. " (SurahatTiin:95:5)

"Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal soleh, maka mereka beroleh pahala yang tidak putus-putus." (Surah at Tiin: 95:6)

Dalam suatu riwayat ada dikemukakan bahawa firman Allah di dalam ayat ini (Surah at Tiin: 95: 5) mengandungi erti hingga sampai kepada peringkat nyanyuk iaitu kembali menjadi seperti seorang bayi. Oleh kerana itu Rasulullah telah ditanya mengenai kedudukan orang yang telah nyanyuk ini. Maka Allah menurunkan ayat yang berikutnya (Surah at Tiin: 95: 6) untuk menjelaskan bahawa mereka yang beriman dan beramal soleh sebelum nyanyuk akan diberi pahala yang tidak putus-putus. (Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari al Ufi dari Ibnu Abbas)


SURAH Al ALAQ

bacalah (Wahai Muhammad) Dengan nama Tuhanmu Yang menciptakan (sekalian makhluk), (Surah al ‘Alaq:1)

ia menciptakan manusia dari sebuku darah beku; (Surah al ‘Alaq:2)

Bacalah, dan Tuhanmu Yang Maha Pemurah, - (Surah al ‘Alaq:3)

Yang mengajar manusia melalui Pena dan tulisan, - (Surah al ‘Alaq:4)

ia mengajarkan manusia apa Yang tidak diketahuinya. (Surah al ‘Alaq:5)

Ingatlah! Sesungguhnya jenis manusia tetap melampaui batas (yang sepatutnya atau Yang sewajibnya), (Surah al ‘Alaq:6)

Dengan sebab ia melihat dirinya sudah cukup apa Yang dihajatinya. (Surah al ‘Alaq:7)

 (ingatlah) Sesungguhnya kepada Tuhanmu lah tempat kembali (untuk menerima balasan). (Surah al ‘Alaq:8)

Adakah Engkau nampak (baiknya) orang Yang melarang (dan menghalang) - (Surah al ‘Alaq:9)

seorang hamba Allah apabila ia mengerjakan sembahyang? (Surah al ‘Alaq:10)

Adakah Engkau nampak (buruknya) jika ia berada di atas jalan Yang betul? - (Surah al ‘Alaq:11)

atau ia menyuruh orang bertaqwa (jangan melakukan syirik)? (Surah al ‘Alaq:12)

Adakah Engkau nampak (terlepasnya dari azab) jika ia mendustakan (Apa Yang disampaikan oleh Nabi Muhammad kepadaNya) serta ia berpaling ingkar? (Surah al ‘Alaq:13)

tidakkah ia mengetahui Bahawa Sesungguhnya Allah melihat (segala amal perbuatannya dan membalasnya)? (Surah al ‘Alaq:14)

jangan sekali-kali berlaku derhaka! Demi Sesungguhnya jika ia tidak berhenti (dari perbuatannya Yang buruk itu), nescaya Kami akan menyentap ubun-ubunnya (dan menyeretnya ke Dalam neraka), - (Surah al ‘Alaq:15)

ubun-ubun (orang) Yang berdusta, Yang bersalah. (Surah al ‘Alaq:16)

kemudian biarlah ia memanggil kumpulannya (untuk menyelamatkannya), (Surah al ‘Alaq:17)

Kami pula akan memanggil malaikat Zabaniyah (untuk menyeksanya)! (Surah al ‘Alaq:18)

Ingatlah! janganlah Engkau (Wahai Muhammad) menurut kehendaknya, dan (sebaliknya) sujudlah dan dampingkanlah dirimu kepada Allah (dengan taat dan beramal soleh)! (Surah al ‘Alaq:19)

Dalam suatu riwayat ada dikemukakan bahawa Abu Jahal pernah berkata: "Apakah Muhammad meletakkan mukanya ke tanah (sujud) di hadapan kamu?" Pada ketika itu ada orang yang membenarkannya. Seterusnya Abu Jahal berkata lagi: "Demi Latta dan Uzza, sekiranya aku melihat keadaan demikian, aku akan patahkan batang lehernya dan akan kubenamkan mukanya ke dalam tanah."

Maka ayat ini (Surah al 'Alaq: 96: 6-19) turun adalah berhubung dengan peristiwa tersebut. (Diriwayatkan oleh Ibnu Munzirdari Abi Hurairah)

Dalam suatu riwayat ada dikemukakan bahawa ketika Rasulullah s.a.w. sedang menunaikan sembahyang, datanglah Abu Jahal melarang Nabi melakukannya.

Ayat ini (Surah al 'Alaq: 96: 9-16) turun adalah berhubung dengan peristiwa di atas sebagai ancaman kepada orang yang menghalang orang lain melakukan ibadat. (K. Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari Ibnu Abbas)

Dalam riwayat lain ada dikemukakan bahawa ketika Rasulullah sedang menunaikan sembahyang, datanglah Abu Jahal lalu berkata: "Bukankah aku telah melarang engkau berbuat begini (sembahyang)?" Kemudian dia diherdik oleh Nabi Abu Jahal berkata lagi: "Bukankah engkau tahu bahawa di sini tidak ada yang lebih banyak pengikutnya daripadaku?"

Maka Allah menurunkan ayat ini (Surah al 'Alaq: 96:17-19) sebagai ancaman kepada orang-orang yang menghalang orang lain melakukan ibadat kerana merasa begitu banyak pengikutnya. (Diriwayatkan oleh at Tirmizi dan yang lainnya dari Ibnu Abbas)
(Menurut at Tirmizi hadis ini adalah hasan sahih)